GSMA APAC Merilis Program Kemitraan Iot, XL Dan Smartfren Turut Serta

2 min read

Internet of things disinyalir bakal memberi tambahan revenue operator yang begitu signifikan untuk kemajuan Indonesia. Anggapan tersebut berasal dari para ahli teknologi GSM di Indonesia.

Meskipun begitu, tetap saja harus ada ekosistem yang mendukung supaya program ini bisa berjalan sesuai proyeksi yang diharapkan. Hingga sekarang GSMA APAC telah bekerjasama dengan 14 operator untuk menunjang keberhasilan kemitraan IoT di Indonesia.

Termasuk didalamnya XL dan juga Smartfren dari Indonesia. Adapun target dari program GSMA APAC Kemitraan IoT ini tidak lain supaya bisa mempercepat penyebaran internet of things di dunia, khususnya Indonesia.

Di Asia Pasifik sendiri, diharapkan bisa mencapai 11 miliar koneksi IoT di tahun 2025. Dan dipetakan berpeluang untuk mendapat penghasilan yang cukup fantastis karena ada di angka 386 milyar dollar. Ini data dari Intelijen GSMA. Perkembangan berita teknologi GSM terbaru seperti ini tentunya menguntungkan banyak pihak.

Operator Seluler Yang Turut Mengikuti Program

Julian Gorman selaku Kepala Asia Pasifik GSMA menyebutkan jika IoT sudah berkembang pesat di kawasan Asia karena operator seluler sudah bekerja sama dengan mitra dan ekosistem juga semakin luas sehingga tujuan semakin dekat.

Kerjasama untuk perkembangan teknologi GSM tersebut diumumkan tanggal 31 Agustus 2020 di Hongkong lalu. Dalam program kerja sama tersebut, setidaknya ada 14 operator seluler yang turut serta untuk mencapai tujuan bersama yang telah diumumkan. Adapun operator selulernya sebagai berikut

  1. Robi
  2. Xpand
  3. XL
  4. True
  5. Singtel
  6. Smartfren
  7. Optus
  8. MAXIS
  9. M1
  10. DTAC
  11. Celcom
  12. Dialog
  13. Ncell
  14. Smart

Baca juga: Fakta-Fakta Berbagai Lagu Favorit Sepanjang Masa

Tak hanya operator seluler saja yang turut menandatangi kerjasama tersebut, namun ada juga pengembang, konsultan, pabrikan, penuyedia solusi verical yang turut ikut. Dengan berbagai pihak yang turut ini, diharapkan tujuan teknologi GSM bisa terwujud secepat mungkin supaya Asia lebih maju.

Hingga sekarang setidaknya sudah ada 500 mitra dan terus bertambah seiring waktu karena banyak permintaan yang turut ingin gabung. Berikutnya, Julian  juga mengatakan jika program ini bakal mendukung pengembangan IoT menjadi sistem komunitas IoT untuk lintas kawasan.

Tujuan berkembanganya teknologi GSM ini tidak lain agar bisa memfasilitasi kolaborasi dan juga bisa berbagi pengetahuan. Yang paling penting, dengan adanya program ini diharapkan bisa menciptakan peluang yang lebih baik untuk rantai pasokan dan juga para pelanggan.

Menurutnya, program ini bahkan juga terus berkembang dan akan memasukkan berbagai negara yang ada di Asia Pasifik untuk turut gabung menjadi anggota baru. Jadi tidak heran pihaknya juga akan mendorong semua negara di Asia Pasifik. Imbuhnya, jika program ini berhasil, maka yang diuntungkan adalah setiap negara yang turut mengikuti program/

Fokus Utama Program

Untuk memaksimalkan tujuan perkembangan teknologi GSM agar mudah tercapai, ada beberapa fokus program yang menjadi dasar utama. Dimana fokus programnya adalah mendukung IoT labs. Dimana ini dibentuk dari berbagai operator dari seluruh wilayah agar  mendorong pengembangan produk dari layanan LoT terbaru.

The Labs sendiri merupakan syarat utama agar bisa mendorong pengembangan dan kolaborasi dari ekosistem yang telah dibangun. Syarat utama ini diharapkan bisa bekerja dengan kasus penggunaan baru, layanan atau aplikasi serta memungkinkan untuk ada inovasi IoT secara efektif. Meskipun terkesan agak rumit, tapi dengan kerja sama yang solid, fokus ini bisa didapat.

Semua operator di program yang sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) agar memastikan jika koordinasi dan outpur antara Lab Lot tetap konsisten  dengan standar IoT secara global dan regional. Tujuannya tidak lagi agar fokus dan tujuan berita teknologi GSM yang baru dikembangkan ini bisa maksimal dan tidak melenceng.

Wilayah Yang Menjadi Sasaran Program

Lab sendiri akan disediakan untuk mitra dan juga pelanggan yang ada di pasar sejak awal. Awalnya hanya akan berkembang di Australia, Malaysia, Kamboja, Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Singapura dan Nepal. Namun perkembangan ini akan terus maju dan diharapkan bisa mencangkup semua wilayah di Asia Pasifik.

Selain untuk membangun dan juga memperluas laboratorium IoT yang baru, berita teknologi GSM 2020 dari operator yang ikut berpartisipasi juga ada komitmen untuk mengembangkan dan menumbuhkan inisiatif baru dengan berbagai praktis terbaik.

Tujuannya tidak lain agar penyebaran kasus yangt melibatkan penggunaan IoT inovatis bisa meningkat. Jadi kehidupan 3 milyar orang yang ada di kawasan Asia Pasifik semakin terjaga dan tidak tertinggal dengan dunia baru di luar sana./

Dengan turutnya XL dan Smartfren di program ini, seharusnya masyarakat Indonesia bangga karena kemajuan internet di Indonesia di masa depan akan semakin menjanjikan. Belum lagi upaya ini nampaknya mendapat dukungan penuh pemerintah melalui Kementrian terkait. Berita teknologi GSM ini tentu menjadi warna baru untuk Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *