Peralatan Kesehatan Ruangan Bayi

7 min read

Peralatan Kesehatan

Tahukah anda? Ternyata Indonesia menempati posisi nomor lima sebagai negara dengan jumlah kelahiran bayi prematur tertinggi di dunia. Hasil ini didapat dari sebuah penelitian yang menyatakan bahwa setidaknya ada 15 juta kelahiran bayi prematur di Indonesia setiap tahunnya. Lembaga yang melakukan penelitian ini Adalah The Global Action Report Of Pretern Birth. Dengan data di atas, tentunya pemerintah Indonesia telah mempersiapkan sarana dan prasarana yang akan mendukung para bayi prematur yang lahir.

Salah satu sarana dan prasarana tersebut adalah ruangan bernama NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Ruangan ini secara umum memiliki fungsi untuk membantu dan merawat para bayi prematur yang baru lahir dan membutuhkan penanganan khusus. Para bayi yang berada di ruangan ini akan dirawat secara intensif dan semua kebutuhannya juga akan dicukupi.

Dengan fungsi yang rumit dari ruangan ini, tentunya ada beberapa peralatan kesehatan yang terdapat untuk menunjang pelayanan rumah sakit. Setiap alat ini memiliki berbagai fungsi dan waktu pemakaian yang berbeda-beda. Tergantung dari kasus dan keluhan yang dialami para bayi prematur.

Penyebab Bayi Prematur

Berdasarkan informasi yang ada, ternyata ada beberapa faktor penyebab bayi terlahir prematur. Salah satunya adalah infeksi yang terjadi pada sang ibu selama masa kehamilan. Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, seperti pada penyakit kencing nanah, sifilis, klamidia, dan sejumlah penyakit menular seksual lainnya. Sang ibu yang mengidap penyakit berat seperti gagal ginjal, diabetes dan kelainan jantung juga dapat memicu lahirnya bayi prematur.

Selain itu, ada pula bayi prematur yang disebabkan oleh kelainan pada plasenta atau tali pusar. Kelainan ini dinamakan plasenta previa dan abruptio plasenta. Kelainan plasenta previa terjadi ketika plasenta tertanam terlalu dekat dengan serviks. Dan abruptio plasenta terjadi ketika plasenta mulai memisahkan diri dari dinding rahim ketika bayi belum lahir. Kondisi ini diketahui dapat membahayakan nyawa sang ibu.

Gaya hidup dari sang ibu juga dapat menjadi alasan utama bayi terlahir prematur. Seperti merokok saat mengandung, menggunakan obat-obatan terlarang, meminum minuman keras dan alkohol, serta nutrisi yang kurang tercukupi. Mengalami trauma atau kondisi dalam tekanan selama masa kehamilan juga turut mempengaruhi kondisi kesehatan janin. Tidak hanya itu, kehamilan melalui bayi tabung dan juga riwayat melakukan aborsi juga dapat menyebabkan bayi terlahir prematur. Bahkan ketuban yang pecah dan kehamilan kembar juga dapat memicu kelahiran bayi prematur.

Ada beberapa gejala kelahiran prematur yang dapat kita perhatikan sebagai calon ibu. Diantaranya adalah pendarahan dari vagina, keluarnya cairan dan lender yang semakin banyak, mual muntah, hingga diare.

Dalam artikel kali ini, akan dibahas secara tuntas sejumlah peralatan kesehatan yang dapat ditemui di ruangan bayi di rumah sakit. Tipe ruangan yang secara khusus akan diulas nantinya adalah NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Selamat menambah ilmu!

Inkubator

Dalam proses persalinan, tidak semua bayi yang terlahir ke dunia sehat dan dalam keadaan normal. Ada juga bayi yang ketika lahir mengalami kondisi yang tidak umum dan membutuhkan perawatan khusus. Seperti terjadinya penurunan suhu bayi terus-menerus meskipun sudah dibungkus oleh kain dan baju bayi yang hangat.

Ada pula bayi yang kurang beruntung dan terpaksa harus mengidap penyakit sejak pertama kali dilahirkan ke dunia. Peran incubator atau biasa disebut inkubator sebagai alat bantu kesehatan sangat penting bila ditemui bayi dengan gejala abnormal. Beberapa bayi lahir dengan keadaan yang belum stabil atau disebut juga sebagai bayi prematur.  Bayi prematur umumnya  terlahir dengan bobot badan yang dibawah rata-rata meskipun umur kehamilan sudah sesuai. Ada pula yang mengalami kekurangan nutrisi dan sebagainya sehingga harus diberi perlakuan khusus.

Inkubator biasanya terdapat pada ruangan untuk perawatan khusus bagi bayi yang memerlukan perlakuan ekstra setelah kelahirannya. Ruangan ini diberi nama Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Pada beberapa situasi, tenaga medis akan memasukkan bayi ke dalam inkubator untuk mencegah terjadinya infeksi. Selain itu, paparan cahaya yang berlebihan dan frekuensi suara tertentu juga dapat mengganggu kenyamanan bayi. Jenis-jenis inkubator pun ada banyak.

Yaitu ada inkubator tertutup untuk mencegah terjadinya infeksi pada bayi, karena memiliki sistem penyaringan yang sangat baik. Inkubator terbuka atau disebut juga inkubator Armstrong. Pada inkubator ini, bagian atas tidak dilengkapi penutup kaca, namun kehangatan bayi tetap terjaga dan memudahkan proses perawatan bayi. Yang selanjutnya adalah inkubator servo control. Pada inkubator ini, kehangatan disesuaikan pada suhu tubuh si bayi karena adanya sebuah alat yang ditempelkan pada kulit bayi.

Ketika bayi dimasukkan ke dalam inkubator, jangan khawatir karena orangtua masih dapat memantau buah hati dari jarak dekat. Pada bagian samping inkubator, terdapat lubang khusus yang diperuntukkan bagi tangan para perawat, dokter, dan juga orangtua dari si bayi. Suhu dalam inkubator biasanya berkisar antara 35 hingga 37 derajat celcius.

Tongue Spatel

Tongue spatel atau biasa juga disebut tongue depressor secara umum adalah menekan lidah pasien sehingga lebih mudah melakukan pemeriksaan pada rongga mulut. Benda ini juga termasuk salah satu peralatan kesehatan yang harus tersedia di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Ketika lidah ditekan, para tenaga medis akan lebih leluasa dalam melakukan pemeriksaan dan membuat diagnosis.

Sebagai contoh ketika adanya kelainan dan penyakit, seperti amandel dan lain sebagainya. Ternyata alat ini memiliki banyak cara penyebutan dalam berbagai bahasa. Contohnya dalam Bahasa Indonesia alat ini biasa disebut sebagai alat penekan lidah, nama yang sederhana dan juga  mudah diingat. Alat ini dalam Bahasa Inggris juga dapat disebut sebagai tongue blade ataupun zungenspatel bila disebut dalam Bahasa Jerman.

Cara menggunakan alat ini secara umum sangatlah sederhana dan mudah untuk dipraktekkan. Yaitu dengan cara menekan lidah pasien hingga terlihat rongga tenggorokannya dan tenaga medis pun dapat segera memulai diagnosis. Setelah digunakan, tongue spatel atau tongue depressor ini dapat dicuci dengan bersih sampai benar-benar steril dan dapat digunakan kembali.

Alat ini tersedia dalam dua variasi bentuk. Yaitu tongue spatel polos dan juga tongue spatel berlubang. Tongue spatel dapat digunakan ketika akan memeriksa dan menindaklanjuti adanya amandel pada pasien. Terdapat empat lubang pada setiap sisi, maka total dari seluruh lubangnya adalah delapan buah. Lubang-lubang ini juga memiliki fungsi untuk pegangan anti slip dan juga berfungsi untuk memperjelas objek yang akan diamati. Bentuk keseluruhan dari alat ini adalah lurus dan datar. Sehingga mudah untuk dibersihkan dan tampilannya sederhana.

Infant stethoscope

Infant stethoscope adalah salah satu jenis dari stetoskop yang dipergunakan khusus untuk para pasien bayi. Biasanya, alat ini digunakan untuk memeriksa para bayi yang telah berumur kurang lebih tiga bulan. Bagian ujung kepala dari stetoskop bayi ini pun memiliki diameter yang sangat kecil, yaitu hanya sekitar 2,6 cm saja. Maka dari itu, alat pediatrik yang satu ini tergolong berbeda dari stetoskop yang umumnya kita temui di rumah sakit.

Ternyata, diameter ujung kepala dari stetoskop bayi yang berukuran sangat kecil ini juga memiliki tujuan khusus. Yaitu untuk mempermudah tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan terhadap para bayi. Selain itu hal ini juga memberikan hasil pemeriksaan yang lebih akurat dan detak jantung bayi yang terdengar pun lebih jelas dan tajam.  

Tidak hanya itu saja, bagian ujung kepala dari infant stethoscope ini pun dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terbuat dari bahan lateks. Hal ini memiliki tujuan agar tidak terjadi gangguan pada para bayi yang diperiksa, dan juga mencegah terjadinya reaksi alergi.

Saat ini, alat ini sudah banyak digunakan oleh tenaga medis senior maupun dokter muda yang menangani pasien bayi di rumah sakit. Maka dari itu, stetoskop khusus untuk bayi ini merupakan salah satu peralatan kesehatan yang wajib ditemui di ruangan bayi rumah sakit.

Thermometer

Thermometer adalah salah satu peralatan medis yang umum ditemui mana saja, termasuk di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Fungsi utama dari alat ini adalah untuk mengukur suhu tubuh seorang pasien dan suhu benda lainnya. Hal ini tentu saja menjadi suatu proses yang sangat penting mengingat suhu dari bayi harus senantiasa dikontrol dengan baik. Maka dari itu, thermometer merupakan peralatan kesehatan yang penting disediakan di ruangan bayi. Ternyata, ada beberapa jenis thermometer yang cukup populer di dalam dunia kesehatan.

Jenis thermometer yang pertama adalah thermometer digital . Thermometer ini adalah yang paling umum digunakan secara sederhana yang biasa terdapat di klinik atau bahkan di rumah. Hal ini dikarenakan thermometer digital memiliki sensitivitas yang baik. Thermometer jenis ini dapat digunakan pada beberapa bagian tubuh tertentu seperti mulut, daerah ketiak, dan anus.

Thermometer yang digunakan pada daerah ketiak disebut axial thermometer. Sedangkan thermometer yang digunakan pada daerah anus bayi disebut juga rectal thermometer. Bayi dinyatakan demam apabila suhu badannya mencapai 38 derajat celcius atau bahkan lebih.

Jenis thermometer yang selanjutnya akan kita ulas adalah thermometer air raksa. Alat ini berbahan dasar kaca yang didalamnya terdapat cairan merkuri yang dapat digunakan untuk mengukur suhu. Thermometer air raksa sudah populer jauh sebelum ditemukannya jenis thermometer digital.

Namun saat ini, thermometer ini sudah jarang digunakan dan tidak dianjurkan oleh pihak medis. Karena bila alat ini pecah atau kacanya mengalami kebocoran tentu akan berdampak buruk bagi pasien yang menggunakan. Maka bila masih menggunakan thermometer jenis ini, berhati-hatilah saat menggunakan bahkan saat membuangnya demi mencegah munculnya bahaya.

Thermometer inframerah. Thermometer jenis ini memiliki satu kelebihan yang tidak dimiliki oleh jenis thermometer lainnya. Yaitu bahwa pengukuran dengan menggunakan alat ini tidak perlu menyentuh bagian tubuh pasien. Cukup dengan mengarahkan dan mendekatkan thermometer inframerah ini, dapat memperoleh hasil pengukurannya.

Palu Refleks

Peralatan kesehatan yang akan dibahas selanjutnya adalah palu refleks. Palu refleks atau biasa juga disebut reflex hammer merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memeriksa daya refleks dari tubuh pasien. Biasanya, bagian tubuh yang diperiksa adalah pada bagian lutut pasien. Oleh karena itu, reflex hammer ini biasa digunakan oleh dokter spesialis saraf untuk memeriksa sebesar apa refleks tubuh terhadap rangsangan yang diberikan. Yaitu rangsangan dari alat berbentuk palu ini terhadap lutut sebagai pusat saraf refleks.

Daya refleks sendiri adalah kemampuan dari tubuh manusia untuk dapat merespon rangsangan secara tiba-tiba dan tanpa disadari. Rangsangan itu sendiri dapat berasal dari luar tubuh manusia. Rangsangan tersebut akan merangsang saraf pusat untuk memerintah saraf motorik agar menggerakkan otot tubuh manusia itu secara refleks.

Ternyata, pengujian refleksitas dari pasien menjadi poin yang penting dalam setiap pemeriksaan. Hal ini bertujuan agar setiap penanganan dan pengobatan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal. Begitu pula dengan pasien bayi. Maka dari itu, palu refleks atau reflex hammer ini biasa juga ditemui di ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

Bentuk umum dari alat ini cukup sederhana. Ujungnya berbentuk segitiga dan terbuat dari karet sehingga tidak akan menyebabkan cedera atau rasa ngilu pada lutut pasien. pada bagian gagangnya, berbentuk ramping dan kokoh. Serta terbuat dari bahan stainless steel yang pastinya tahan karat dan tahan air. Sehingga ringan dan aman untuk digunakan.

Cara penggunaannya juga cukup mudah. Para tenaga medis hanya perlu mengetukkan bagian karet dari palu refleks ini di bagian lutut pasien. Setelah hal ini dilakukan, akan muncul berbagai reaksi tanggapan dari pasien secara refleks. Ada yang berupa gerakan menyentak, berkedut, ataupun bahkan menendang secara tiba-tiba. Bila hal ini terjadi, maka saraf refleks dari pasien bekerja dengan baik.

Ventilator

Peralatan kesehatan yang biasa ditemui di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) adalah ventilator. Secara umum, fungsi utama dari ventilator ini adalah untuk membantu proses pernapasan para pasien yang menggunakannya. Alat ini sering digunakan pada pasien yang tidak dapat bernapas dengan normal. Hal ini dapat disebabkan karena faktor cacat sedari lahir ataupun karena suatu kecelakaan. Pada pasien bayi, alat bernama ventilator ini umumnya digunakan bagi bayi yang lahir dalam keadaan prematur. Ataupun memiliki kelainan pernapasan sejak bayi tersebut lahir.

Ketika para pasien tersebut menggunakan ventilator, maka asupan oksigen ke dalam tubuhnya akan selalu dikontrol dan pernapasannya pun akan membaik. Dengan mesin ventilator ini, pernapasan yang tadinya sulit dilakukan akan dapat kembali seperti orang yang dalam keadaan normal. Mesin ini akan memompa udara selama beberapa detik ke paru-paru dan berhenti untuk membiarkan udara tersebut keluar kembali dengan sendirinya.

Sebelum memasangkan ventilator kepada pasien, tenaga medis akan terlebih dahulu melakukan proses intubasi. Proses ini memiliki tujuan untuk memasukkan selang melalui baik hidung, mulut, maupun lubang yang dibuat di leher bagian depan pasien. Kemudian setelah proses intubasi pada pasien selesai dilakukan, selang tadi pun akan dihubungkan ke alat yang bernama ventilator.

Selama menggunakan alat ini, para pasien tidak dapat makan dan juga berbicara. Hal ini dikarenakan adanya selang yang masuk ke dalam tenggorokan. Namun, para pasien masih dapat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat ataupun tulisan. Pemasangan dan penggunaan ventilator ini terbilang rumit. Maka dari itu, untuk detail penggunaannya hanya boleh ditangani bagi tenaga medis yang ahli di bidangnya.

Demikianlah ulasan dalama artikel ini mengenai peralatan kesehatan yang biasa atau umumnya ditemui di ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Alat-alat di atas wajib disediakan di setiap ruangan bayi di rumah sakit. Demi merawat dan mempertahankan kelangsungan hidup para bayi yang lahir. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Salam sehat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *