Minimalisir Bahaya Limbah Laboratorium Menggunakan IPAL Laboratorium

3 min read

Berdasarkan keterangan dari Recycling and Waste Management Act (krW-/AbfG) mendefinisikan limbah adalah yang dibuang oleh pemiliknya. Proses pembuangan ini harus dilakukan sesuai standar demi terjaganya keamanan dan kesejahteraan khalayak. Sama halnya dengan laboratorium kimia yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar harus melalui proses pengolahan. Masyarakat mengenal proses pengolahan tersebut dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL Laboratorium. 

Baik itu laboratorium pabrik, laboratorium industri, hingga rumah sakit akan menghasilkan limbah yang mengandung bahan kimia. Ketika limbah tersebut dibuang begitu saja tanpa penanganan akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Dalam kegiatan laboratorium pabrik seringkali mengolah bahan sintesis. Mulai dari bentuk bahan awal, produk samping, pelarut menggunakan bahan dengan zat kimia berbahaya. Sedikit atau banyak limbah laboratorium tetap berbahaya bagi manusia dan lingkungan.  

Oleh karenanya limbah tersebut tidak dibuang dalam bentuk asli, melainkan melewati tahapan pengolahan dahulu. Tujuannya agar menghilangkan sifat racun yang terdapat pada bahan dasar olahan produk pabrik.

Apa itu IPAL?

Bagi beberapa orang atau profesional pasti memahami IPAL. IPAL selalu diandalkan untuk mengolah limbah air agar menjadi senyawa netral sebelum dibuang. Berbagai sumber mengatakan bahwa sistem IPAL bekerja efektif dan tahan lama hingga puluhan tahun.

Sistem IPAL memanfaatkan mikroorganisme dan bakteri dari air limbah untuk mengurai limbah itu sendiri. Akhirnya limbah yang sudah diproses menjadi aman dan sesuai standar baku yang ditetapkan dari pemerintah.

IPAL sudah terbukti efektifitasnya dan dibangun dengan rancangan khusus pengolahan limbah berbentuk cairan. IPAL dapat digunakan secara individual, komunal, maupun rujukan dari pemerintah.

Beberapa contoh IPAL yang laris manis dibangun yakni IPAL Komunal, IPAL Rumah Sakit, IPAL Industri, IPAL Pabrik, hingga IPAL Hotel. Ada yang dinamakan IPAL Laboratorium sangat berjasa dalam mengurai limbah yang mengandung zat kimia.

Manajemen Limbah Dari Laboratorium

Pada hakikatnya pengolahan limbah laboratorium perlu penanganan khusus, sebagai berikut :

1. Menghindari, Mengurangi dan Membuang

Hal paling utama ketika berhadapan dengan zat kimia adalah menghindari terbentuknya limbah dari awal. Sesungguhnya setiap orang mampu mengolah, mengembangkan, dan memproses limbah air asalkan ada komitmen.

Apabila pembuangan limbah tidak dapat dihindari maka minimalisir dengan cara pengumpulan secara terpisah dan pengukuran daur ulang. Disinilah dapat dipilah limbah tanpa resiko atau minim resiko kesehatan dan kerusakan lingkungan.

Pada laboratorium dapat digunakan limbah daur ulang. Contohnya beberapa bahan kimia didaur ulang sesuai prosedur yang tujuannya digunakan kembali. Biasanya menggunakan pelarut organik yakni aseton, etanol, kloroform, dan dietil eter.

Apabila limbah tidak dapat dikurangin dan dilakukan daur ulang maka dapat diproses melalui IPAL hingga ke saluran pembuangan.

2. Limbah Berbahaya di Laboratorium

Pengelompokan limbah berbahaya dari laboratorium untuk diproses sebelum dibuang. Limbah berbahaya karena tinggi konsentrasi kimia biasanya dilaporkan kepada pemerintah oleh perusahaan.

Aspek yang harus diperhatikan adalah tipe limbah, sifat zat komia, dan nilai ambang batas tertentu. Jika limbah mengandung senyawa tinggi maka pembuangan membutuhkan proses khusus dan biaya tinggi. Sehingga, bahan tersebut dihindari dan digantikan dengan bahan pengganti yang lebih ramah lingkungan.

3. Pengumpulan Limbah Berbahaya

Limbah yang tergolong berbahaya ini dikumpulkan pada suatu wadah khusus dan sesuai standar mutu. Metode pengisian wadah mengandung limbah tidak boleh lebih dari 90% agar tidak tumpah ketika diangkut.

Wadah tersebut juga wajib tertutup rapat dan dibubuhi label yang benar. Apabila wadah bocor, rusak, dan terkontaminasi senyawa berbahaya akan semakin sulit diproses. Patut diperhatikan penanganan limbah berbahaya dilakukan dengan hati-hati. Terutama pada setiap proses penyimpanan, pengangkutam dan proses pembuangannya.

4. Limbah Cair Dari Laboratorium

Limbah laboratorium biasanya berupa cairan dari tempat pencucian. Secara umum limbah mengandung pH 6-8 dan tidak ditemukan konsentrasi logam-logam berat. Ketika proses pembuangan wajib memperhatikan ambang batas yang ditetapkan oleh peraturan yang berlaku.

Menurut studi yang dilakukan oleh Technical University of Braunschweig, limbah air yang melebihi batas ambang dikenakan biaya lebih tinggi. Pasalnya perlu melewati proses khusus hingga senyawa berbahaya menjadi ramah lingkungan. Apabila limbah yang akan dibuang tidak terlalu berbahaya maka dapat diproses melalui IPAL Laboratorium.

Parameter Dasar Mengukur Kualitas Air Limbah

Kualitas limbah agar aman disalurkan ke tempat pembuangan juga ada pengukuran khususnya. Dikenal sebagai parameter dasar pengukuran yang dijadikan patokan keamanan limbah dari bahan kimia.

  1. Nilai pH terkandung dalam air limbah sekitar 6,0 hingga 10,5
  2. Temperatur air limbah tidak lebih dari 35 derajat Celcius
  3. Kadar toksisitas air limbah wajib lebih kecil dibanding nilai yang berpengaruh terhadap proses biologi pada IPAL, penggunaan lumpur, dan pembuangan lumpur.
  4. Kadar konsentrasi zat pewarna pada air limbah kurang dari nilai yang berpotensi menyebabkan perubahan warna di IPAL konvensional.
  5. Adanya nilai ambang batas khusus fenol yang dibuat rendah yakni 0,025 mg/Liter air limbah). Sebab, senyawa tersebut potensial mengakibatkan kesulitan pada proses pemurnian air.
  6. Adanya nilai ambang batas terhadap senyawa yang menggunakan oksigen antara lain natrium sulfit, tiosulfat, dan garam besi (II) ditetapkan 50 mg/Liter air limbah.

Jasa Kontraktor IPAL Laboratorium

Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL Laboratorium hendaknya dipilih secermat mungkin. Jangan tergiur dengan iming-iming harga miring tetapi kualitas masih diragukan. Disini ada referensi jasa kontraktor IPAL yakni Toya Arta Sejahtera. Sebuah perusahaan Konsultan dan Jasa Kontraktor IPAL, STP, WWTP, dan WTP.

Melayani pembuatan IPAL Domestik, IPAL Industri, IPAL Rumah Sakit, IPAL Hotel, dan  Supplier Chemical IPAL. Pembangunan ditangani oleh para profesional dan memiliki banyak pengalaman. 

Toya Arta Sejahtera juga dapat bermitra dengan siapa saja dalam penanganan proye kecil maupun besar. Melayani kebutuhan pembangunan IPAL di daerah Cikarang, Depok, Bekasi, Jakarta, Tanggerang, Purwakarta, Serang, Bali, Bandung, dan seluruh wilayah Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi website resmi Toya Arta Sejahtera (https://www.toyaartasejahtera.net).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *